Kebanyakan Pria Ogah Pakai Kondom karena Kebesaran atau Kekecilan

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Kondom berguna untuk melindungi infeksi menular seksual dan kehamilan yang tak diinginkan. Walau demikian, masih ada banyak orang yang enggan mengenakannya karena berbagai hal. Sebuah penelitian menemukan bahwa penyebabnya cukup lucu, yaitu tidak pas ukurannya.

Saat ini, terjadi peningkatan drastis angka penularan HIV/AIDS di kalangan kaum heteroseksual dan para pria yang suka berganti-ganti pasangan. Gencarnya kampanye penggunaan kondom yang dilakukan tidak akan banyak berpengaruh apabila kondomnya sendiri tidak muat.

Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan banyak pria yang lebih memilih tidak memakai pengaman lateks karena ukuran penisnya terlalu besar atau terlalu kecil untuk kondom ukuran all size.

“Seorang klien di biro layanan HIV mungkin melihat semangkuk penuh kondom ‘standar’ dan harus menanyakan apakah memiliki ukuran lain. Tindakan cepat harus dibuat untuk membuat perbedaan antara orang yang akan mengambil kondom dengan orang yang pulang dengan tangan hampa,” kata peneliti, Dr Christian Grov seperti dilansir Medical Daily, Jumat (21/12/2012).

Penelitian ini dilakukan terhadap 500 orang pria gay atau biseksual yang menghadiri acara komunitas di New York City. Para peserta ditanya mengenai kecocokan ukuran kondomnya dan pendapatnya mengenai pengaruh kondom terhadap kualitas hubungan seksual.

Para peneliti menemukan bahwa hampir separuh responden melaporkan kondomnya mengalami selip selama berhubungan seks lalu rusak. Untuk menggantinya, lebih dari 60 persen pria mengaku kesulitan untuk menemukan kondom yang pas.

Selain itu, peneliti melihat ada hubungan positif antara kerusakan dan selipnya kondom selama hubungan seks. Para peneliti lalu menduga bahwa kondom yang tidak pas ukurannya dapat membuat orang lupa atau lantas malas mengenakannya.

Temuan ini menunjukkan bahwa membuat kondom dengan satu ukuran saja masih dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi menular seksual. Walau produsen kondom sudah mulai menjual kontrasepsi dengan berbagai ukuran, kondom yang disediakan di klinik, bar dan toko umumnya yang satu ukuran, yaitu all size.

Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya di tahun 2009 yang menemukan bahwa pria cenderung enggan atau memandang negatif terhadap penggunaan kondom jika ukuran kelaminnya lebih besar atau lebih kecil dibanding rata-rata.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: