Pria Tidak Bisa Melihat ‘Burungnya’ Sendiri? Hati-hati Umurnya Pendek

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Bagi para pria, sekali-kali perhatikanlah tubuh saat sedang berdiri. Lalu cobalah melihat selangkangan sendiri, bisa atau tidak? Jika bisa, itu artinya normal. Tapi kalau tidak bisa melihat selangkangan sendiri karena terhalang perut yang buncit, ini perlu diwaspadai.

Sebuah kelompok kesehatan di Inggris mengatakan bahwa pria yang tidak dapat melihat ‘burungnya’ alias kemaluannya sendiri karena obesitas berisiko lebih pendek usianya hingga 9 tahun. Tes sederhana ini akan lebih akurat dilakukan sambil telanjang.

Kelompok kesehatan ini mendirikan situs bernama WeLoveOurHealth.co.uk dan meluncurkan tes yang diberi nama ‘The Big Check’. Tujuannya untuk mendorong pria mengukur berat badannya sendiri dengan cara yang mudah dan sederhana.

Website ini melakukan jajak pendapat terhadap 1.000 orang di Inggris dan menemukan bahwa sekitar 33 persen pria berusia 35-60 tahun tidak dapat melihat penisnya sendiri karena terhalang oleh perut.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan kondisi ini menandakan kelebihan lemak perut pada pria sehingga meningkatkan kerentanannya terserang diabetes tipe 2, kanker usus besar, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

“Pria lebih peduli kepada mobilnya daripada tubuhnya sendiri dan sering hanya melihat dokter jika disuruh oleh pasangan atau kerabat,” kata kepala Dr Sarah Brewer, kepala kampanye situs tersebut seperti dilansirMedical Daily, Senin (12/11/2012).

Brewer mendorong para pria yang tidak bisa melihat kemaluannya sendiri untuk memulai hidup sehat dan mengecilkan perutnya. Obesitas berkaitan dengan sejumlah penyakit, terutama lemak yang berkumpul di bagian tengah tubuh.

Itulah sebabnya mengapa ukuran pinggang dianggap sebagai cerminan kondisi kesehatan yang lebih akurat dibanding indeks massa tubuhnya.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki IMT yang normal, hal ini dengan sendirinya menyatakan bahwa risikonya terkena penyakit jantung rendah,” kata peneliti, Dr Francisco Lopez-Jimenez.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: