Selalu Takut Alat Kelamin Menciut Karena Sindrom Koro

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Alat kelamin merupakan senjata utama dalam kehidupan seksual kaum adam. Hampir setiap pria tentu tidak ingin organ vitalnya berukuran mungil apalagi sampai menciut. Kondisi ini menyebabkan sebagian pria mengalami Sindrom Koro.

Mungkin belum banyak orang yang mendengar tentang Sindrom Koro. Ini merupakan kondisi gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kecemasan dan ketakutan mendalam tentang menyusutnya ukuran penis atau bahkan hilang sama sekali.

Ini adalah ketakutan atau kecemasan yang sebagian besar ditemukan pada individu di negara-negara seperti India, China dan Jepang, juga negara di Asia Tenggara terutama Malaysia dan Indonesia.

Di Amerika Serikat dan Eropa sindrom ini dikenal dengan Genital Retraction Syndrome, seperti dilansir Medicaldaily, Sabtu (22/9/2012).

Koro diakui sebagai penyakit menular seksual dalam pengobatan tradisional China. Sedangkan di AS, kondisi ini didiagnosis sebagai penyakit mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan atau gangguan tubuh dismorfik.

Sindrom Koro sebagian besar terjadi pada pria-pria muda Asia, karena banyak diantaranya yang kurang informasi tentang fisiologis pubertas. Pria-pria ini juga kurang mendapatkan pendidikan seks yang tepat, yang menjelaskan tentang perkembangan fisiknya.

Penderita Sindrom Koro percaya bahwa ketika alat kelaminnya menyusut atau menghilang, maka peringatan tanda kematian sudah dekat.

Seperti dilansir dari Health24, selain takut dengan penyusutan penis, pencabutan dan penghilangan penis, gejala lain pada Sindrom Koro adalah sebagai berikut:
1. Persepsi bahwa bentuk dan otot penis berubah
2. Takut dengan kemandulan dan kehilangan daya seksual
3. Takut kegilaan, semangat kepemilikan dan ancaman kematian.

Penderita Sindrom Koro dikenalkan untuk mencoba meredakan ketakutannya dengan ‘menarik penis manual atau mekanis’ atau ‘menahan’ penis dengan menggunakan tali atau semacam alat penjepit.

Padahal pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada kasus penyusutan penis yang sebenarnya. Sindrom Koro hanyalah sebuah fobia atau ketakutan yang tidak rasional, karena tidak ada bukti medis bahwa penis dapat menghilang, kecuali akibat kecelakaan atau pisau bedah.

Namun, hal yang pasti terjadi adalah penis akan mengalami perubahan sejalan dengan bertambahnya usia.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: