Ssst! Perempuan Rupanya Malu Menanyakan 5 Hal Tentang Seks Ini

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Pertanyaan seputar seks bisa ditanyakan oleh siapa saja. Namun perempuan adalah sosok yang masih menganggap tabu munculnya pertanyaan tentang seks. Karena itu pertanyaan tentang seks hanya disimpan sendiri oleh perempuan tanpa mendapat jawaban.

Berikut 5 pertanyaan seputar seks yang hampir ada di pikiran perempuan namun tidak pernah berani ditanyakan, seperti dikutip dari Huffington, Kamis (25/4/2013):

1. Bisakah secara tidak sengaja buang air kecil di tempat tidur saat berhubungan intim?
“Seringnya masih ada sisa sedikit cairan yang tersisa di kandung kemih bahkan setelah melakukan buang air kecil,” ujar Lauren Streicher, MD, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Northwestern University’s Feinberg School of Medicine.

Posisi seksual tertentu seperti misionaris, dapat memberikan tekanan pada daerah kandung kemih sehingga sisa cairan tersebut keluar. Jika hal tersebut terjadi sesekali, maka tidak perlu khawatir. Namun jika cairan tidak memiliki aroma dan saat itu akan memasuki periode menstruasi, maka mungkin istri telah mengalami ejakulasi.

“Jika sering terjadi dalam waktu yang teratur, itu bisa menjadi tanda inkontinensia,” lanjut Streicher.

Disarankan bagi para istri untuk memperkuat otot panggul dengan melakukan senam kegel atau berkonsultasi dengan dokter.

2. Mengapa perempuan terkadang tertawa atau menangis tak terkendali saat berhubungan intim?
“Seks merupakan aktivitas neurologis dan emosional,” ujar Debby Herbenick, ilmuwan peneliti dari Indiana University dan penulis ‘Sex Made Easy’.

Dengan kata lain, kegiatan ini dapat memicu perasaan yang tak terduga. Reaksi emosional juga bisa disebabkan oleh hormon di mana istri berada dalam siklus menstruasi atau rasa tidak aman dalam hubungan.

3. Seorang perempuan belum memasuki usia menopause, namun saat berhubungan intim selalu ‘kering’, bahkan di saat sedang mood untuk bercinta. Mengapa?

Ada banyak faktor yang terlibat dalam proses pelumasan vagina, misalnya tingkat hormon dan aliran darah di sekitar vagina. 5 Persen wanita yang mengonsumsi kontrasepsi secara oral juga berisiko kering saat berhubungan intim. Penyebab lain yang tidak berhubungan dengan usia adalah konsumsi antihistamin (obat alergi), menyusui, kemoterapi, dan diabetes.

4. Haruskah khawatir jika istri berdarah setelah berhubungan intim?
“Jika darah yang keluar berwarna merah cerah dan hanya terjadi sekali (terutama setelah berhubungan intim yang lama dan ‘berat’), maka mungkin hanya akibat iritasi atau gesekan,” ujar Streicher.

Namun jika hal tersebut terjadi lagi atau darahnya cukup banyak, maka harus segera melakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan. Darah ini bisa berasal dari leher rahim, rahim, atau disebabkan oleh infeksi seperti chlamydia atau gonorrhea.

5. Mengapa ada cairan dengan aroma yang tidak sedap dari vagina saat berhubungan intim?
pH yang normal di dalam vagina adalah antara 3,5 hingga 4,5, jumlah ini juga merupakan kondisi terbaik bagi bakteri baik untuk berkembang biak. Jika pH terlalu tinggi, maka bakteri baik tidak dapat bertahan hidup. Hal ini memungkinkan bakteri jahat seperti bacterial vaginosis, mengambil alih. Akibatnya menjadi infeksi dan timbul aroma tidak sedap.

Cairan normal di dalam vagina juga memiliki pH cukup tinggi, yaitu 7,4, sehingga jika tingkat pH alami vagina istri sudah cukup tinggi. Ditambah tingginya frekuensi hubungan intim, bisa mengakibatkan adanya cairan dengan aroma yang tidak sedap muncul.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: