Ini Dia yang Bikin Wanita Susah Orgasme

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Dibanding pria, wanita cenderung lebih susah mendapatkan orgasme. Bila Anda salah satunya, coba cek faktor apa saja yang jadi penyebab gangguan orgasme pada wanita.

Disfungsi orgasme adalah ketika seorang wanita tidak dapat mencapai orgasme atau mengalami kesulitan mencapai orgasme saat dia terangsang. Menurut Dr. Andri Wanananda MS, gangguan atau hambatan mencapai orgasme (disfungsi orgasme) pada wanita terdiri dari 3 jenis, yakni:

1. Disfungsi orgasme primer: tidak pernah mencapai orgasme dengan cara apapun sejak awal. Dilansir nlm.nih.gov, kondisi ini dialami oleh 10-15 persen wanita.

2. Disfungsi orgasme sekunder: sebelumnya pernah mencapai orgasme tapi kemudian tidak dapat lagi mencapainya.

3. Disfungsi orgasme situasional: hanya dapat mencapai orgasme melalui cara atau situasi tertentu.

“Kategori ini amat menentukan metode terapinya. Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi yang memahami seksologi untuk menentukan jenis disfungsi orgasme yang Anda alami untuk menetapkan terapinya,” jelas Dr. Andri Wanananda MS, seksolog sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Senin (29/4/2013).

Banyak faktor yang dapat berkontribusi untuk disfungsi orgasme, antara lain seperti dilansir nlm.nih.gov:

1. Riwayat pelecehan seksual atau pemerkosaan
2. Kebosanan dan monoton dalam aktivitas seksual
3. Obat tertentu, seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), dan sertraline (Zoloft).
4. Gangguan hormonal, perubahan hormonal karena menopause, dan penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan umum dan minat seksual.
5. Kondisi medis yang mempengaruhi pasokan saraf ke panggul (seperti multiple sclerosis, neuropati diabetes, dan cedera sumsum tulang belakang).
6. Sikap negatif terhadap seks (biasanya belajar di masa kecil atau remaja)
7. Rasa malu atau kurangnya citra diri
8. Kurangnya kedekatan emosional dalam hubungan.

Bagaimana mencegahnya?

Sikap yang sehat terhadap seks dan pendidikan tentang rangsangan dan respons seksual akan meminimalkan masalah gangguan orgasme. Mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan seksual dengan pasangan, secara verbal atau nonverbal, juga akan membantu mengurangi gangguan orgasme pada wanita.

Yang juga penting untuk disadari bahwa respons seksual adalah koordinasi kompleks antara pikiran dan tubuh, dan keduanya harus berfungsi dengan baik untuk mencapai orgasme.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: