Sedikit Pria Alami Ejakulasi Terhambat

detail berita

Foto: Corbis
 

 

BERLAWANAN dengan ejakulasi dini, maka pria yang mengalami ejakulasi terhambat justru tidak dapat mengalami ejakulasi di dalam vagina. Tetapi pada umumnya pria dengan ejakulasi terhambat dapat mencapai ejakulasi dengan cara lain, misalnya dengan masturbasi dan oral seks.

Biasanya pria yang mengalami ejakulasi dini ingin dan berupaya agar ejakulasinya dapat ditunda sehingga dapat lebih lama melakukan hubungan seksual, maka pria dengan ejakulasi terhambat justru ingin agar ejakulasinya terjadi lebih cepat. Berlawanan pula dengan ejakulasi dini yang dialami oleh banyak pria, ejakulasi terhambat dialami oleh sedikit pria.

Dalam buku “Seks yang Membahagiakan”, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd menjelaskan, ejakulasi terhambat dapat disebabkan oleh faktor fisik dan faktor psikis. Penyebab fisik meliputi gangguan anatomi pada kelamin, kerusakan di sumsum tulang belakang, kerusakan ganglion saraf simpatetik di daerah lumbal, dan beberapa obat yang mengganggu fungsi saraf simpatetik, misalnya guanethidine.

“Tetapi sebagian besar ejakulasi terhambat disebabkan oleh faktor psikis, misalnya kefanatikan agama sejak kecil yang menganggap seks adalah suatu dosa atau sesuatu yang kotor, takut terjadi kehamilan, dan trauma psikoseksual yang dialami oleh pria,” jelas Wimpie yang kini menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultasi Kedokteran, Universitas Udayana, Bali.

Masih menurutnya, pria yang mengalami ejakulasi terhambat merasa tidak puas karena tidak dapat mencapai orgasme dan ejakulasi ketika melakukan hubungan seksual yang cukup lama. Hubungan seksual akhirnya dihentikan karena merasa payah atau karena tidak bergairah lagi sehingga ereksinya hilang. Tetapi sebagian pria yang mengalami disfungsi ini kemudian melanjutkan dengan masturbasi, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh pasangannya, sampai mencapai orgasme dan ejakulasi.

Di pihak wanita, sambungnya, ejakulasi terhambat memberikan rangsangan seksual yang cukup lama, sehingga kalau tidak ada hambatan lain mereka dapat mencapai orgasme. Tetapi tidak sedikit wanita yang kemudian mengeluh sakit akibat hubungan seksual berlangsung terlampau lama. Sebabnya, pihak pria tetap meneruskan hubungan seksualnya dan berupaya untuk dapat mencapai orgasme dan ejakulasi.

“Akibat lain yang terjadi karena ejakulasi terhambat ialah hambatan terjadinya kehamilan, walaupun mungkin kesuburan kedua belah pihak dalam keadaan baik. Tentu saja kehamilan terhambat karena ejakulasi tidak terjadi di dalam vagina,” tambahnya.

Untuk mengatasi ejakulasi terhambat, Wimpie menyarankan sebab fisik harus dilenyapkan dulu kalau memang ada. Untuk ejakulasi terhambat dengan sebab faktor psikis, dapat dilakukan sex therapy untuk mengatasinya. Sex therapy untuk mengatasi ejakulasi terhambat ditujukan untuk melatih agar mampu mencapai ejakulasi di dalam vagina.

“Langkah pertama, dilatih menerima rasangan seksual dari pasangannya dengan cara masturbasi sampai mencapai orgasme dan ejakulasi. Langkah kedua, menerima rangsangan melalui masturbasi dari pasangannya, yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan seksual pada saat merasa akan mengalami orgasme dan ejakulasi. Pada langkah ini, hubungan seksual dilakukan dengan posisi wanita di atas. Kalau langkah kedua sudah berhasil, maka dilanjutkan dengan langkah ketiga berupa langsung melakukan hubungan seksual dengan posisi wanita di atas,” pungkas Wimpie

Advertisements

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: