Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka

Klinik Hj Mak Erot (detikHealth)

Jakarta, Perkembangan ilmu kedokteran memberikan banyak pilihan untuk mengobati disfungsi seksual pada laki-laki. Meski demikian, pengobatan alternatif ala Mak Erot tetap banyak dikunjungi para laki-laki yang ingin memperbaiki kejantanannya.

Salah satu klinik pengobatan alternatif yang mengklaim diri sebagai penerus almarhumah Mak Erot terletak di Jl Kebon Sirih Barat nomor 56, Jakarta Pusat. Klinik yang lokasinya tak jauh dari Jalan Jaksa ini dikelola H Syaefulloh, satu dari 49 cucu sang legenda Mak Erot.

Klinik tersebut memang tampak sepi ketikadetikHealth berkunjung pada Selasa siang (22/5/2012). Menurut Pak Haji, sapaan Syaefulloh, pada hari kerja seperti itu pangunjung biasanya memang baru ramai setelah lewat tengah hari hingga sore hari.

Menurut pengakuan Pak Haji, dalam seminggu paling tidak ada 10 pasien yang datang dengan berbagai keluhan mulai dari disfungsi ereksi, ejakulasi dini hingga ingin memperpanjang ukuran alat vital. Bahkan ia juga melayani pasien perempuan yang ingin mengencangkan payudara.

“Hampir 100 persen itu keluhannya lemah syahwat. Kalau masalah besar dan panjang, kurang lebih 70 persen,” kata Pak Haji di klinik sekaligus kediamannya, seperti ditulis Rabu (23/5/2012).

Pelanggan Pak Haji bukan hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Dari tumpukan buku catatan serta formulir pendaftaran yang tersusun rapi di ruang periksa, tampak ada beberapa pasien yang jauh-jauh datang dari Papua dan bahkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Padahal jika dibandingkan dengan pengobatan moderen, teknik pengobatan Pak Haji yang katanya diwariskan langsung dari Mak Erot tentu belum memiliki dasar ilmiah yang kuat. Selain kandungan dalam ramuannya sangat dirahasiakan, pantangan-pantangan yang diberikan juga masih sulit diterima dengan teori ilmiah.

Tarif yang dikenakan pada pasien juga tidak bisa dibilang murah, karena untuk kasus yang paling ringan saja sedikitnya pasien harus memberikan mahar Rp 800 ribu. Memang ada keringanan bagi yang kurang mampu, sebab Pak Haji mengatakan jika memang dasarnya adalah kemanusiaan maka dirinya siap menolong siapapun dengan hanya membayar harga ramuannya saja.

Kenyataannya klinik Hj Mak Erot yang dikelola Pak Haji ini masih bertahan sejak dibuka pertama kali di Sukabumi tahun 1988, lalu pindah ke Kampung Rambutan Jakarta Timur tahun 1998 dan pindah lagi ke Kebon Sirih Jakarta Pusat 2 tahun kemudian. Seandainya tidak laku, mungkin klinik ini sudah lama gulung tikar saat terjadi krisis ekonomi pada masa tersebut.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: