Bercinta Tanpa Pakai Kelamin? Kenapa Tidak!

Bercinta Tanpa Pakai Kelamin? Kenapa Tidak!

Bercinta tak harus selalu berhubungan dengan kelamin, baik itu penis ataupun vagina. Dan aktivitas seksual itu dikenal dengan outercours merupakan tindakan seksual selain penetrasi yang meliputi ciuman, foreplay, oral seks, masturbasi, necking, memijat, dan masih banyak lagi.

Seringkali outercours merupakan sinonim dari foreplay yang dipercaya kebanyakan orang sebagai pelopor seks penetrasi. Rachel Harcman, Psikoterapis Seksualitas Wanita mengatakan, pria perlu memahami pentingnya foreplay.

“Foreplay sangat membantu membuat pria terangsang. Bagi seorang pria, gairah bisa terjadi dalam hitungan detik dan tak memerlukan banyak rangsangan visual,” kata Hercman seperti dikutiphealth.india, Senin (4/3/2013).

Sedangkan bagi seorang wanita, gairah biasanya membutuhkan lebih banyak waktu dan mungkin memerlukan stimulasi yang lebih ke fisik dan mental. Berciuman bisa membangkitkan fisik tapi juga dapat membangkitkan emosional dan membuat pasangan merasa lebih dekat”.

Dia bahkan menganalogikan kisah di Film ‘Pretty Woman’ yang dimainkan Julia Robert dan Richard Gere. Saat itu Julia Robert berperan sebagai pelacur dan ia tak mencium kliennya karena merupakan tindakan yang sangat intim.

“Saya tidak berpikir itu adalah kebetulan kalau pelacur banyak memiliki aturan tidak mencium. Agaknya itu karena ciuman bisa sangat emosional dan membuat pengalaman pikiran atau tubuh lebih lengkap. Seks pada dasarnya adalah mengubungkan outercourse yang memungkingkan Anda menghubungkan pada beberapa tingkat dan mengalami perasaan ganda, dan menjaga variasi dalam hubungan”.

Dr Vijaysarathi Ramanathan, Dokter Kesehatan Seksual, mengatakan, video porno yang disalahkan karena membuat orang berpikir seks melibatkan hubungan seks vaginal. Di sinilah, outercourse berperan penting.

Beberapa wanita tak menyukai hubungan intim melalui vagina karena sakit atau pengalaman yang negatif di masa lalu. Dibandingkan memberitahukan ke pasangannya, perempuan cenderung menghindari seks dan disalahartikan sebagai tak tertarik dengan seks.

Demikian juga pria yang memiliki masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini cenderung menghindari seks untuk melarikan diri dari rasa malu dan kegagalan. Alih-alih membahas masalahnya, pria cenderung menggambarkan dirinya tidak tertarik pada seks meskipun menyukainya. Mungkin cara itu bisa menjadi solusi sementara, tapi pria tersebut bisa memperburuk masalah dengan benar-benar menghindari seks.

“Dalam semua situasi di atas, mencari bantuan dari profesional, spesialis kesehatan seksual, bisa sangat membantu”.

Masalah lainnya adalah banyak wanita yang merasa sulit mencapai orgasme melalui hubungan konvensional. Banyak wanita merasa sulit untuk mencapai klimaks selama hubungan seksual dan salah satu alasan untuk ini mungkin bahwa vagina kurang syaraf dari klitoris.

Ada juga fakta bahwa wanita memiliki zona sensitif seksual di seluruh tubuh yang perlu dirangsang dan itu tidak mungkin dengan hubungan seksual secara teratur. Leher, punggung, lutut, pergelangan kaki, paha bagian dalam, anus, ketiak, betis semua tempat sensitif seksual dan pria bisa sentuh.

Hanya melakukan hubungan seks vagina akan sama dengan makan hidangan yang sama berulang-ulang selamanya dan itu bisa benar-benar membosankan.

Jadi mengapa tidak mencoba sesuatu yang baru dan berbeda?

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: