Ukur Durasi Pria Ejakulasi

detail berita

IELT, metode mengukur durasi ejakulasi pria/Cosmopolitan

BAGI pria, mengeksplorasi area genital wanita tentu aktivitas sangat menyenangkan. Namun, pernyataan tersebut mengarahkan kita pada pertanyaan, seberapa lama pria bisa bertahan saat ereksi?

Ejakulasi dini adalah bentuk paling umum disfungsi seksual pada pria. Demikian menurut Ira Sharlip MD, professor urologi klinis the University of California, San Francisco, dan President the International Society for Sexual Medicine. Masalah ini kebanyakan terjadi pada sekira 20-30 persen pria di segala usia.

Metode medis untuk menentukan apakah seseorang mengalami ejakulasi dini disebut intravaginal ejaculatory latency time (IELT). Metode tersebut menggunakan sebuah stopwatch untuk menghitung durasi dari awal terjadinya penetrasi Miss V hingga ejakulasi.

Namun, ditegaskan Sharlip, jumlah tersebut tidak menggambarkan kenyataan yang sesungguhnya. “Ada sebagian pria yang ejakulasi dalam waktu satu menit, tapi mereka tidak merasa ejakulasi dini. Kemudian, ada pria lain yang mampu bertahan selama 20 menit, dan mereka mengatakan diri mereka mengalami ejakulasi dini,” katanya seperti dilansir webmd.com.

Dengan kata lain, definisi “prematur” bisa jadi berbeda di mata (atau pikiran) sebagian besar pengamat. Definisi tersebut juga tergantung pada tingkat kepuasan seksual pria dan persepsi mereka tentang kemampuannya untuk mengendalikan kapan terjadinya ejakulasi.

Kalau Anda ingin bukti angka, sebuah studi pada 2005 yang telah dipublikasikan pada Journal of Sexual Medicine menemukan fakta, durasi rata-rata IELT adalah 5,4 menit. Artinya, pria yang durasi penetrasi hingga ejakulasi kurang dari 5,4 menit, maka ia mengalami ejakulasi dini.

Ian Kerner PhD, konselor seks dan keluarga asal New York City dan penulis buku She Comes First mengatakan, batas waktu yang umum digunakan untuk mengategorikan seorang pria ejakulasi dini adalah dua menit. Tapi, Kerner menambahkan, banyak pria yang menghabiskan beberapa menit untuk orgasme selama foreplay ataupun segera saat penetrasi. Untuk sebagian, waktu yang dibutuhkan bahkan hanya 30 detik. “Situasi penuh ketegangan bisa membuat pria lebih cepat ejakulasi,” tambah Kerner.

Terapis seks dan psikiater menawarkan sejumlah teknik untuk membantu pria mengatasi kecemasan mereka dan memerlama waktu ejakulasi, salah satunya spray Mr P.

Dan, berseberangan dengan persepsi umum bahwa meningkatkan waktu rangsangan adalah jawaban, sebagian mengatakan bahwa memberikan sensasi lebih bisa mengatasi masalah tersebut. Artinya, selain kuantitas, kualitas rangsangan juga tak kalah penting.

“Cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan rangsangan yang hebat. Tingkatkan frekuensi intercourse, kemudian rasakan dan nikmati setiap sensasi selama bersama pasangan,” kata Seth Prosterman PhD, seksolog klinis dari San Francisco.

Pada dasarnya, kepuasan bercinta bukan melulu perihal ukuran ataupun durasi. Hal tersebut seperti ditegaskan Helen O’Connell MD, kepala unit urologi pada Royal Melbourne Hospital Department of Urology, Australia. “Sebaiknya Anda berdua saling mengeksplorasi titik sensitif tubuh. Penting juga saling tahu bentuk kepuasan seks masing-masing. Camkan, tak ada spot ajaib yang konsisten pada tubuh pasangan. Anda bisa mengeksplorasinya lebih dalam lagi.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: