Ini Rahasia Para Wanita yang Paling Mudah Orgasme dari Berbagai Negara

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Bukan rahasia lagi jika wanita lebih susah mencapai orgasme ketimbang pria. Bagi wanita, mencapai klimaks saat bercinta sebenarnya gampang-gampang susah. Nah, ada baiknya mempelajari caranya dari negara-negara dengan wanita yang paling mudah mencapai orgasme di dunia.

Menurut survei yang dilakukan perusahaan kondom Durex tahun 2007-2008 lalu, ada 4 negara di dunia yang dinobatkan sebagai negara dengan penduduk wanita yang paling mudah meraih orgasme. Keempat negara tersebut adalah Brazil, Swedia, Yunani dan Israel.

Karena seks yang memuaskan sangat penting bagi kesehatan dan kebahagiaan rumah tangga, mari kita lihat seperti apakah standar yang diterapkan di sana seperti dikutip dari Women’s Health, Kamis (16/5/2013).

1. Brazil, suka bereksperimen
Brasil menepati peringkat kedua di dunia dalam hal frekuensi seks yang dilakukan. Sebanyak 85 persen warganya bercinta setidaknya sekali seminggu dan 77 persen warganya melakukan oral seks secara teratur. Menurut keyakinan di sana, permainan seksual diterjemahkan sebagai eksperimen pengalaman erotis.

“Apa yang membuat Brasil unik dalam pendekatan seks adalah karena rendahnya prasangka dan tingginya rasa ingin tahu, kemauan untuk berkomunikasi, pengabdian pada kesenangan, serta apresiasi terhadap bentuk tubuh yang berbeda,” kata Carmita Abdo, Ph.D., profesor psikiatri di University of Sao Paulo Medical School yang telah 3 kali melakukan penelitian tentang perilaku seksual di negaranya.

Namun, penduduk Brasil tidak menyamakan seks yang memuaskan dengan perselingkuhan. Sebanyak 70 persen wanita Brasil percaya bahwa kepuasan seksual berasal dari keintiman dan komitmen. Di sana, monogami tidak selalu monoton. Pasangan yang mendapat kepuasan bersama akan tetap bersama.

2. Swedia, seks adalah pendidikan seumur hidup
Wanita Swedia sudah sejak dini diperkenalkan dengan seks. Pendidikan seks di sana dimulai pada usia 7 tahun. Mungkin itu sebabnya 61 persen wanita di Swedia mengaku masih mengalami orgasme saat terakhir kali berhubungan seks.

“Di Swedia, tutorial seks dimulai dengan biologi. Di sekolah menengah atas, remaja Swedia bisa mengikuti kelas seperti kursus berciuman, di mana mereka diajarkan untuk memiliki sikap positif tentang seks. Kurikulumnya mencakup segala sesuatu dari menemukan identitas seksual sampai seluk-beluk tentang bagaimana caranya mencium,” kata Ylva Franzen, pelatih orgasme di Swedia.

Pendidikan tersebut masih berlanjut sampai ke tingkat perguruan tinggi. Bahkan banyak orang Swedia yang terus meningkatkan IQ erotisnya setelah lulus. Misalnya pada lokakarya orgasme akhir pekan Franzen, banyak wanita berusia 20 – 65 tahun berbagi pengalaman dan belajar bagaimana menemukan G-spot.

3. Yunani, bercinta adalah hobi nasional
Negeri tempat tinggal bapak filsuf dunia ini menduduki daftar puncak dari 26 negara yang disurvei. Warganya melakukan seks rata-rata sebanyak 164 kali dalam setahun, hampir dua kali lipat dari warga AS yang hanya 85 kali dalam setahun.

“Seks ditempatkan di daftar atas hal yang harus dilakukan dalam norma di Yunani. Kami mengejar kesenangan. Ini tentang bagaimana orang menikmati diri mereka sendiri,” kata Elizabeth Ioannidi-Kapolou, Ph.D., sosiolog dan peneliti senior di National School of Public Health di Athena.

4. Israel, wanita meminta apa yang mereka inginkan
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan terhadap 14.840 wanita Israel menemukan bahwa 72 persen responden mengalami orgasme saat terakhir kali berhubungan seks. Sebanyak 71 persen responden mengaku tahu bagaimana caranya meminta pasangan untuk menciptakan seks yang memuaskan.

“Dalam 20 tahun terakhir, sudah ada lebih banyak ketegasan. Sebagian besar karena informasi yang lebih tentang seks banyak tersedia sekarang. Wanita Israel menerapkan pepatah ‘memintalah dan kamu akan menerima’,” kata seorang wartawan Israel bernama Maayana Shenhar.

Maayana menerangkan, ketegasan dalam masyarakat Israel disebut dengan istilah ‘Dugri’, yaitu istilah yang dalam bahasa Ibrani berarti ‘to the point’. Hal ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa warga Israel sangat menyadari kematian. Maka seks dipandang sebagai cara untuk menegaskan kehidupan.

Sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: